Panduan Instalasi Windows Server 2025
Tutorial Installation Windows Server 2025

I am interested in information technology and still learning several computer languages such as C++, Javascript and Python and participating in the project Wikipedia Indonesia related to Information Technology and I like Open Source and Cyber Security and Coding. Besides that, I'm currently studying Computer Network Engineering
Pendahuluan
Windows Server 2025 merupakan rilis terbaru dari Microsoft yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur modern, baik on-premise maupun hybrid cloud. Dibandingkan dengan versi sebelumnya (Windows Server 2022), edisi terbaru ini menghadirkan peningkatan dari sisi keamanan, kinerja virtualisasi, manajemen storage, hingga integrasi dengan layanan cloud Azure. Dengan berbagai peningkatan ini, Windows Server 2025 menjadi pilihan menarik bagi perusahaan, penyedia hosting, maupun pelajar yang sedang mempelajari dunia administrasi sistem.
Bagi seorang sysadmin, tahap pertama dalam membangun infrastruktur jaringan adalah instalasi sistem operasi server. Tanpa pemahaman instalasi yang baik, konfigurasi lanjutan seperti Active Directory, DNS, DHCP, atau File Server akan sulit dilakukan. Oleh karena itu, pada artikel ini penulis akan memberikan panduan lengkap mengenai tata cara instalasi Windows Server 2025, mulai dari prasyarat perangkat keras, persiapan media instalasi, proses instalasi, hingga konfigurasi dasar setelah sistem berjalan.
Dengan mengikuti tutorial ini, Anda dapat menyiapkan server yang siap pakai, baik digunakan untuk kebutuhan produksi perusahaan maupun sekadar laboratorium belajar di rumah atau sekolah.
Prasyarat
Sebelum melakukan instalasi, pastikan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan sudah sesuai. Berikut adalah system requirement resmi Windows Server 2025:
| Komponen | Minimum Requirement | Rekomendasi untuk Produksi |
| Prosesor (CPU) | 1,4 GHz 64-bit, mendukung x64 instruction set | 2 GHz atau lebih, 4 core ke atas |
| RAM | 2 GB (Server Core) / 4 GB (Desktop Experience) | 8 GB atau lebih |
| Storage | 60 GB (minimum instalasi) | 120 GB atau lebih, SSD disarankan |
| Network Adapter | Ethernet, mendukung PXE boot (opsional) | Gigabit NIC |
| Firmware | UEFI 2.3.1c dan mendukung Secure Boot | UEFI terbaru + TPM 2.0 |
| Display | SVGA 1024x768 atau lebih | Resolusi 1920x1080 |
Tambahan yang disarankan:
File ISO Windows Server 2025 (unduh dari situs resmi Microsoft atau Volume Licensing).
Aplikasi Rufus atau balenaEtcher untuk membuat USB bootable.
Virtualisasi (VMware / VirtualBox / Hyper-V) jika ingin mencoba pada lab virtual. , pada praktikum kali ini penulis menggunakan metode virtualisasi dimana VM akan berjalan di OS Host berupa Windows Server.
Perbandingan Fitur Windows Server 2025 vs 2022
Microsoft menghadirkan sejumlah peningkatan penting pada Windows Server 2025. Berikut tabel perbandingan singkat:
| Fitur | Windows Server 2022 | Windows Server 2025 |
| Security | Secured-core server, improved TLS 1.3 | Enhanced secured-core, TPM attestation, AI-driven threat detection |
| Storage | Storage Migration Service, SMB over QUIC | Faster Storage Migration, SMB compression improvement, Storage Replica lebih efisien |
| Virtualization | Nested virtualization, Azure Arc integration | GPU partitioning improvements, container startup lebih cepat |
| Management | Windows Admin Center basic features | Windows Admin Center dengan AI-assist dan integrasi cloud lebih dalam |
| Hybrid Cloud | Azure Arc onboarding manual | Native hybrid sync, integrasi seamless dengan Azure dan Defender |
| Performance | Stabilitas pada skala enterprise | Optimasi untuk workload AI/ML dan skala data center besar |
Dengan pembaruan ini, jelas bahwa Windows Server 2025 lebih siap menghadapi tantangan infrastruktur modern, terutama bagi organisasi yang mulai mengadopsi AI workload dan hybrid cloud.
Topologi / Diagram
Pada artikel ini, kita menggunakan topologi sederhana:
+------------------+ +--------------------+
| Client PC | <-----> | Windows Server 2025 |
| (Windows 10/11) | | |
+------------------+ +--------------------+
Server: Windows Server 2025 (akan diinstal sebagai server utama).
Client: PC atau VM berbasis Windows 10/11 untuk uji konektivitas dan join domain.
Langkah-Langkah Konfigurasi
Pada panduan kali ini penulis
1. Siapkan Media Instalasi
Unduh file ISO Windows Server 2025 dari situs resmi Microsoft.
Gunakan aplikasi Rufus untuk membuat USB bootable.
Pastikan BIOS/UEFI server diatur agar booting dari USB/DVD.
2. Boot ke Media Instalasi
Nyalakan server/VM
Tunggu hingga muncul layar instalasi Windows.

3. Pilih Bahasa dan Regional
Pada halaman awal, pilih:
Language to install → English (United States) atau sesuai kebutuhan.
Time and currency format → Indonesian (Indonesia).
Keyboard layout → US.

- Klik Next.
4. Mulai Instalasi
- Pada tahap ini anda akan memasuki bagian Select setup option dimana anda akan diminta untuk memilih opsi Install Windows Server dan Repair my PC pada bagian ini penulis memilih opsi Install Windows Server dan anda akan diminta untuk melakukan konfirmasi dengan mencentang checkbox I agree everything will be deleted including files, apps, and settings , jika anda mencentang ini anda setuju bahwa data data yang ada di disk akan terhapus saat proses instalasi

Pada tahap berikutnya anda akan diminta untuk memilih variasi dari Windows Server 2025 ,
Berikut saya buatkan tabel perbandingan antara Windows Server 2025 Standard vs Datacenter, masing-masing dalam edisi Core dan Desktop Experience:
Perbandingan Edisi Windows Server 2025
| Fitur / Edisi | Standard (Core) | Standard (Desktop Experience) | Datacenter (Core) | Datacenter (Desktop Experience) |
| Antarmuka (GUI) | ❌ (CLI & PowerShell) | ✅ (GUI lengkap) | ❌ (CLI & PowerShell) | ✅ (GUI lengkap) |
| Lisensi Virtualisasi | 2 VM per lisensi | 2 VM per lisensi | Unlimited VM | Unlimited VM |
| Storage Replica | 1 partnership, 1 volume (≤2TB) | Sama dengan Core | Unlimited partnerships & volumes | Sama dengan Core |
| Fitur Software-Defined Networking | ❌ Tidak tersedia | ❌ Tidak tersedia | ✅ Tersedia penuh | ✅ Tersedia penuh |
| Fitur Software-Defined Storage | ❌ Terbatas | ❌ Terbatas | ✅ Lengkap | ✅ Lengkap |
| Shielded VM | ❌ Tidak tersedia | ❌ Tidak tersedia | ✅ Tersedia | ✅ Tersedia |
| Failover Clustering | ✅ Tersedia | ✅ Tersedia | ✅ Tersedia | ✅ Tersedia |
| Hyper-V | ✅ Tersedia | ✅ Tersedia | ✅ Tersedia | ✅ Tersedia |
| Windows Admin Center | ✅ Bisa digunakan | ✅ Bisa digunakan | ✅ Bisa digunakan | ✅ Bisa digunakan |
| Target Pengguna | Server ringan, lab, cloud minimalis | Server umum dengan GUI untuk administrasi | Data center besar, perusahaan dengan virtualisasi masif | Data center besar + GUI untuk kemudahan admin |
Penjelasan Singkat:
Standard Core → Ringan, tanpa GUI, cocok untuk server produksi yang hanya butuh role spesifik (misalnya DNS, DHCP, Web Server).
Standard Desktop Experience → Sama dengan Standard Core, tapi dengan GUI, cocok untuk pemula atau admin yang terbiasa dengan antarmuka grafis.
Datacenter Core → Ditujukan untuk data center dengan workload besar, mendukung fitur enterprise seperti Software-Defined Networking, Storage Spaces Direct, Shielded VM, dan unlimited virtual machines.
Datacenter Desktop Experience → Sama dengan Datacenter Core, tapi dengan GUI, cocok untuk enterprise besar yang tetap membutuhkan kemudahan visual.

Pilih edisi Windows Server 2025 yang diinginkan , pada bagian ini penulis menggunakan varian Windows Server 2025 Datacenter ( Desktop Experience ) dengan lisensi Eval karena hanya untuk pembelajaran
Standard (Desktop Experience / Server Core).
Datacenter (Desktop Experience / Server Core).
Klik Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
5. Lisensi dan Tipe Instalasi
Pada bagian selanjutnya anda akan diminta untuk mensetujui ( Accept ) perjanjian mengenai lisensi pada tahap ini langsung Accept

6. Partisi Disk
- Pilih disk tempat anda dimana anda akan memasang Windows Server , pada tahap ini terlihat bahwa penulis mempunyai satu disk berukuran 50GB dan hanya terdeteksi satu disk yaitu Disk 0 , untuk itu penulis akan klik Next

Selanjutnya anda akan dihadapkan pada bagian Ready to install , dimana tahap ini berjalan secara otomatis dan tungu hingga proses install selesai

7. Buat Password Administrator
- Setelah restart, Anda akan diminta membuat password Administrator.

- Ketik password yang kuat (misalnya: kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol).
8. Login Pertama Kali

- Tekan Ctrl + Alt + Del → login dengan user Administrator.

- Masukkan password yang tadi dibuat.

9. Konfigurasi Dasar
Setelah anda login anda akan diminta opsi apakah bersedia mengirim data ke Microsoft atau hanya yang penting saja, pada tahap ini penulis memilih Required only , lalu klik Accept untuk melakukan konfirmasi dan melanjutkan ke tahap berikutnya.

Anda akan dibawah ke Desktop tampilan awal seperti Windows 11 namun , anda akan langsung dibawa ke jendela Server Manager khas Windows Server dimana anda dapat menambahkan fitur server apa yang anda aktifkan dan lain lain.

Pada search bar juga tampil minimalis serta terdapat beberapa program untuk mendukung server seperti cloud computing milik Microsoft Azure , Server Manager dan lain sebagainya.

Terimakasih telah membaca anda dapat memberi saran dan kritik akan tulisan ini, terimakasih salam Andhika Pratama Putra.



